Makalah media pembelajaran
MODEL
PEMBELAJARAN TUTORIAL
DISUSUN
O
L E H :
LA
ADI
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
KENDARI
2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah drill dan
tutorial ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah
drill dan tutorial ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca dalam pembelajaran dalam profesi keguruan.
Harapan
saya semoga makalah drill dan tutorial ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah
drill dan tutorial ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
saya miliki sangat terbatas. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun.
Kendari,
25 Juni 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ………………………………………………….………………….. …. i
DAFTAR
ISI ………………………………………………………………………..……… ….
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah …………………………………………………………..……...3
- Rumusan Masalah ……………………………………………………………..………….3
- Tujuan penyusun …………….………………………………………………………..…..3
BAB
II
PEMBAHASAN
- Pengertian Drill……………………………...…..………………………………………..4
- Pengertian tutorial …………………….………..…………………………………….…..7
- Model tutorial dalam CAI………………… ………..…………………………………...9
- Prinsip prinsip model pembelajaran tutorial……………………………………………..13
- Langkal langkah model tutorial …………………………………………………………13
- Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran drill dan tutoril………….……………..14
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
DAN SARAN……………………………………………..…………………16
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Penggunaan
Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan tidak dapat di hindari lagi. Salah satu
aplikasi teknologi informasi adalah internet, komputer yang terakses ke
internet pada awal dekade 90-an menjadi sumber belajar atau pengetahuan dan
sangt mudah untuk diperoleh..Electronic Learning ( E-Learning) adalah kegiatan
belajar asynchronous melalui perangkat elektronik computer yang tersambung ke
itnernet dimana proses belajar berupa memperoleh bahan belajar yang sesuai
dengan kebutuhan belajar. Selain dengan belajar melalui internet dapat juga
belajar dengan aplikasi multimedia.
Penggunaan
multimedia dalam pendidikan memang menjanjikan begitu banyak manfaat bagi kedua
belah pihak yaitu bagi pengajar sebagai yang bertugas membelajarkan atau
memfasilitasi belajar maupun bagi siswa yang harus belajar. Dengan memanfaatkan
multimedia mampu menghasilkan proses pembelajaran yang tepat bagi siswa, karena
siswa benar-benar termotivasi untuk belajar..
B.
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini
adalah agar dapat mengerti lebih jelas dan mengerti lebih jauh apa itu Drill dan Tutotial.
C.
Manfaat
Makalah ini diharapkan mampu memberikan
manfaat yang positif yaitu dapat membantu kita untuk memahami menganai Drill
dan Tutorial dan cara penggunaan Drill dan Tutorial itu sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
pengertian Drill
Dengan melihat permasalahan ini,
maka perlu diupayakan suatu strategi pembelajaran dengan melakukan tindakan
yang dapat melibatkan siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran yang sesuai dengan keadaan tersebut adalah pembelajaran dengan
metode drill/latihan.
“Jadi Metode drill adalah suatu
metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan jalan memilih anak-anak terhadap
bahan pelajaran yang sudah diberikan” (Achsanuddin Dkk, 1990: 56).
Adapun rencana penelitian yang akan
dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan penerapan metode drill.
Dikarenakan tindakan yang dimaksud adalah untuk meningkatkan hasil belajar
siswa, maka akan berkaitan dengan pembelajran. Dengan kata lain, penelitian
tindakan kelas ini harus menyangkut upaya guru dalam bentuk proses pembelajaran.
Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu dipahami bahwa penelitian tindakan
kelas bukan sekedar mengajar seperti biasanya, tetapi harus mengandung satu
pengertian, bahwa tindakan yang dilakukan didasarkan atas upaya meningkatkan
hasil, yaitu lebih baik dari sebelumnya.
“Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama”(suharsimi, 2007: 3).
“Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama”(suharsimi, 2007: 3).
Jadi berdasarkan uraian di atas dapat
dilihat bahwa penelitian tindakan kelas ini, akan ditekankan pada proses
pembelajaran dengan pendekatan kualitatif dalam penerapan metode drill dan
untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan pendektan kuantitatif.
Sebelum penerapan metode drill
terlebih dahulu melaksanakan pre-tes untuk mengetahui kemampuan dasar siswa
pada mata pelajaran matematika pokok bahasan segitiga. Sehingga berdasarkan
hasil pre-tes tersebut akan dilakukan tindakan dengan menggunakan metode drill
untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Berdasarkan. pernyataan di atas
timbul keingintahuan yang lebih banyak tentang penerpan metode-metode
pembelajaran khususnya metode drill/latihan yang digunakan dalam pembelajaran
.
B.
Pengertian Tutorial
Tutorial
atau tutoring adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat
akademik oleh tutor kepada mahasiswa (tutee) untuk membantu
kelancaran proses belajar mandiri mahasiswa secara perorangan atau kelompok
berkaitan dengan materi ajar. Tutor adalah orang yang memberikan ilmu
kepada anak didik secara langsung, mahasiswa lebih memahami konsep dan praktek
pendidikan non formal yang lebih baik.
Pada
interaksi yang berbentuk tutorial, prinsip dasar langkah-langkah memulai
penyajian informasi (materi) sama halnya pada waktu menyajikan materi lewat
tutorial tatap muka. Dalam sajian tutorial tatap muka, biasanya tutor akan
memulai kegiatannya dengan menguraikan ruang lingkup materi tutorial,
tujuan-tujuan yang ingin dicapai, serta menginformasikan pula hubungan topik
tutorial saat disajikan dengan topik-topik pada kegiatan tutorial yang akan
datang (sebagai relevansi). Setelah itu barulah tutor menyampaikan materi
tutorial dengan pendekatan tertentu.
Definisi
tutorial dalam pembelajaran berbasis komputer sebagaimana diungkapkan Hernawan
(2004) dan Rusman (2008) adalah pembelajaran khusus dengan instruktur yang
terkualifikasi dengan menggunakan software komputer yang berisi materi
pelajaran yang bertujuan untuk memberikan pemahaman secara tuntas (mastery
learning) kepada siswa mengenai bahan atau materi pelajaran yang sedang
dipelajari.
Dalam
tutorial, komputer berperan sebagai guru sehingga semua interaksi terjadi
antara komputer dengan peserta didik sedangkan guru hanya sebagai fasilitator
dan pemantau. Dalam model ini, sebenarnya software program komputer
menggantikan sistem tutor yang dilakukan oleh guru atau instruktur.
Pembelajaran dalam model ini disajikan melalui teks atau grafik yang
ditampilkan oleh layar komputer. Kemudian komputer menampilkan pertanyaan
sesuai dengan masalah yang disajikan. Secara sederhana pola-pola pengoperasian
dalam pembelajaran CAI model tutorial dapat dilihat sebagai berikut:
(1) Komputer
menyajikan materi
(2) Siswa
memberikan respon
(3) Respon siswa
dievaluasi oleh komputer dengan orientasi siswa pada arah siswa dalam menempuh
presentasi berikutnya.
(4) Melanjutkan
atau mengulangi tahapan sebelumnya
Dalam
merancang interaksi yang berbentuk tutorial, saat atau setelah menyampaikan
materi biasanya diikuti dengan pemberian soal atau latihan serta kasus. Jawaban
pengguna terhadap soal dan kasus tersebut akan dianalisis oleh komputer dan
seketika itu juga komputer akan memberikan respons dan memberikan umpan balik
terhadap hasil belajar pengguna. Dalam interaksi tutorial ini, informasi dan
pengetahuan yang disajikan sangat komunikatif, seolah-olah ada pengajar yang
berdiri di samping peserta didik yang memberikan pengarahan dan pembimbingan
secara langsung kepada peserta didik.
Tutorial
dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarkan konsep belajar
mandiri. Pola pembelajaran pada interaksi yang berbentuk tutorial ini biasanya
dirancang secara bercabang. Peserta didik dapat diberi kesempatan untuk memilih
topik-topik pembelajaran yang ingin dipelajari dalam suatu subjek pelajaran
tertentu. Namun, secara umum penyajian informasi atau materi dapat
dikelompokkan menjadi 4 (empat) tipe penyajian, yaitu: informasi verbal,
konsep, aturan, prinsip, dan keterampilan.
Konsep
belajar mandiri dalam tutorial mengandung pengertian, bahwa tutorial merupakan
bantuan belajar dalam upaya memicu dan memacu kemandirian, disiplin, dan
inisiatif diri mahasiswa dalam belajar dengan minimalisasi intervensi dari
pihak pembelajar yang dikenal sebagai Tutor. Prinsip pokok tutorial
adalah “kemandirian mahasiswa” (student’s independency). Tutorial tidak
ada, jika kemandirian tidak ada. Jika mahasiswa tidak belajar di rumah, dan
datang ke tutorial dengan ‘kepala kosong’, maka
yang terjadi adalah “perkuliahan” biasa, bukan tutorial. Dengan
demikian, secara konseptual tutorial perlu dibedakan secara tegas dengan “kuliah”
(lecturing) yang umum berlaku di perguruan tinggi di mana peran dosen
sangat besar.
C. Model Tutorial
dalam CAI
Model
CAI tipe tutorial ini menurut Arsyad (1996:97) memiliki 2 jenis :
1.
Tutorial Terprogram
Tutorial
terprogram merupakan seperangkat tayangan baik statis maupun dinamis yang
terlebih dahulu diprogramkan. Secara berturut, seperangkat kecil informasi
ditayangkan yang diikuti dengan pertanyaan. Jawaban siswa dianalisis oleh
komputer (dibandingkan dengan kemungkinan-kemungkian jawaban yang telah
dirancang oleh si pembuat program/guru), dan berdasarkan hasil analisis itu
umpan balik yang sesuai. Urutan linear dan urutan bercabang digunakan.
Penetapan kapan bercabang dimaksudkan untuk penyajian materi pelajaran tambahan
berdasarkan hasil analisis perkembangan siswa setelah menyelesaikan beberapa
latihan dan tugas. Semakin banyak alternatif cabang yang tersedia, semakin
luwes program tersebut menyesuaikan diri dengan perbedaan individual siswa. Media
tambahan lain biasanya digabungkan untuk format tutorial terprogram, seperti
tugas tugas bacaan berbasis cetak, kegiatan kelompok, percobaan laboratorium,
kegiatan latihan, simulasi dan interaktif dengan videodisc. Manfaat tutorial terprogram akan nampak jika menggunakan
kemampuan teknologi komputer untuk bercabang dan interaktif.
2. Tutorial Intellegent
Berbeda
dari tutorial terprogram karena jawaban komputer terhadap pertanyaan siswa
dihasilkan oleh intelegensia artifisial (kecerdasan buatan), bukan jawaban-jawaban
yang terprogram yang telah disiapkan terlebih dahulu oleh si perancang. Dengan
demikian, ada dialog dari waktu ke waktu antara siswa dengan komputer. Baik
siswa maupun komputer dapat bertanya ataupun memberi jawaban.
Terdapat
8 identitas model Tutorial dalam pembelajaran CAI, yaitu :
a)
Pengenalan (introduction)
b)
Penyajian informasi (presentation of information)
c)
Pertanyaan dan respon (question and responses)
d) Penilaian
respon (judging responses)
e)
Pemberian feedback terhadap respon (providing feedback about responses)
f)
Pembetulan (remediation)
g)
Segmen pengaturan pengajaran (sequencing lesson segment)
h)
Penutup (Closing)
Dalam
beberapa bentuk tutorial sebagaimana diungkapkan oleh Hackbarth (1996: 193)
selain menampilkan kedelapan identitas tersebut, biasanya model tutorial biasa
digabung dengan soal-soal latihan yang ada dalam model drill, sehingga
diharapkan siswa akan lebih memahami dan belajar secara tuntas.
Sebagaimana
diungkapkan Hamalik (2003: 73-74) bahwa terdapat lima fungsi utama pembelajaran
tutorial, yaitu:
a) Kurikuler
yang berperan sebagai pelaksana kurikulum
b) Instruksional
yang berperan melaksanakan proses pembelajaran agar para siswa aktif belajar
mandiri
c) Diagnosis
bimbingan yang berperan membantu siswa yang mengalami kelemahan, kekuatan,
kelambanan
d) Administratif
yang berperan melaksanakan pencatatan, pelaporan, penilaian sesuai
e)
tuntutan program
f) Personal
yang berperan keteladanan kepada siswa sehingga menggugah motivasi belajar
mandiri dan motif berprestasi
Lebih
lanjut Hamalik menyebutkan terdapat 3 fungsi utama dalam pembelajaran tutorial,
yaitu:
a) Untuk
meningkatkan penguasaan pengetahuan para siswa sesuai dengan yang dimuat dalam
program
b) Untuk
meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa tentang cara memecahkan masalah,
mengatasi kesulitan atau agar mampu membimbing sendiri
c) Untuk
meningkatkan kemampuan siswa tentang cara belajar mandiri dan menerapkannya
pada program yang digunakan untuk belajar.
Pembelajaran
berbasis komputer model tutorial menganut beberapa prinsip
pada pembelajaran behaviorisme yang menekankan pentingnya peranan lingkungan dan latihan. Model pembelajaran ini menganut beberapa prinsip-prinsip pembelajaran yang meliputi:
pada pembelajaran behaviorisme yang menekankan pentingnya peranan lingkungan dan latihan. Model pembelajaran ini menganut beberapa prinsip-prinsip pembelajaran yang meliputi:
a)
Adanya perbedaan individual dalam belajar.
Ciri utama pembelajaran berbasis
komputer model tutorial adalah proses pembelajaran yang dilakukan secara
individual yaitu interaksi antara seorang peserta didik dengan software program
yang ada dalam komputer sehingga setiap siswa akan belajar sesuai dengan
tingkat kemampuan siswa itu sendiri.
b)
Perhatian dan motivasi.
Dalam pembelajaran berbasis komputer
model tutorial, setiap materi dan soal disajikan dengan berbagai macam bentuk
baik bentuk animasi, grafik, gambar video maupun foto serta pemberian pujian,
hukuman dan feedback yang mampu membangkitkan rangsangan, motivasi dan
perhatian peserta didik.
c)
Prinsip Keaktifan.
Sebagaimana ciri pertama tutorial di
atas, yaitu pembelajaran yang bersifat individual, maka setiap siswa akan
belajar mengkonstruk sendiri pengetahuan dengan adanya interaksi secara aktif
antara siswa dengan program.
d) Prinsip
keterlibatan langsung.
Dalam pembelajaran berbasis komputer
model tutorial, prinsip ini diakomodasi dengan sifat interaktif dari software
program tutorial yang memunginkan interaksi bersifat visual, audial maupun
kinestetik.
e)
Prinsip balikan dan penguatan.
Salah satu komponen utama dalam
pembelajaran berbasis komputer model tutorial adalah adanya feedback, serta
reinforcement yang berupa pujian dan hukuman yang memungkinkan terjadinya umpan
balik yang interaktif serta proses penguatan terhadap konstruksi pengetahuan
siswa. (Arsyad,1996:135-137).
D. Prinsip – Prinsip Tutorial
Beberapa
prinsip dasar tutorial yang sebaiknya dipahami oleh tutor agar penyelenggaraan
tutorial yang efektif, dan tidak terjebak pada situasi pembelajaran biasa,
adalah:
1. Interaksi tutorial
sebaiknya berlangsung pada tingkat metakognitif, yaitu tingkatan berpikir yang
menekankan pada pembentukan keterampilan “learning how to learn” atau
“think how to think” (mengapa demikian, bagaimana hal itu bisa terjadi,
dsb).
2. Tutorial harus
memiliki langkah proses belajar yang dijalani oleh tutee.
3. Tutorial harus mampu
mendorong tutee sampai pada taraf pengertian (understanding = C2) yang
mendalam sehingga mampu menghasilkan pengetahuan (create = C6) yang
tahan lama.
4. Segala kuputusan dalam
tutorial sebaiknya diambil melalui prosesdinamika kelompok di mana setiap tutee
dalam kelompok memberikan sumbang pikirannya.
5. Tutorial harus mampu
membuat variasi stimulasi/rangsangan untuk belajar, sehingga tutee tidak
merasa bosan, jenuh, dan/atau putus asa.
6. Tutorial selayaknya
memantau kualitas kemajuan belajar tutee dengan mengarahkan kajian
sampai pada taraf pengertian yang mendalam (indepth understanding).
E. Langkah-Langkah
Model Tutorial
Terdapat 7 identitas model tutorial
dalam pembelajaran berbasis komputer, yaitu :
1. Pengenalan
(introduction): Pengenalan terhadap aplikasi tersebut.
2. Penyajian
informasi (presentation of information): Penyajian informasi bagi
pengguna dalam bentuk materi untuk menggunakan aplikasi tersebut.
3. Pertanyaan
dan respon (question and responses): Memberi pertanyaan kemudian
aplikasi memberi respon yang berbentuk keterangan dan penilaian (scoring).
4. Penilaian
respon (judging responses): Memberi penilaian (scoring).
5. Pemberian
feedback tentang respon (providing feedback about responses):
Setelah pengguna mendapat keterangan atas hasil yang diperoleh dalam menjawab
pertanyaan dan respon yang diberi maka aplikasi tersebut memberi feedback dalam
bentuk saran untuk pengguna.
6. Pembetulan
(remediation): Pembetulan dapat dilakukan setelah pengguna membuka kunci
jawaban.
7. Penutup
(clossing): Aplikasi selesai dijalankan.
Dalam beberapa bentuk tutorial sebagaimana
diungkapkan oleh Hackbarth (1996: 193) selain menampilkan identitas-identitas
tersebut, biasanya model tutorial biasa digabung dengan soal-soal
latihan yang ada dalam model drill, sehingga diharapkan siswa akan lebih
memahami dan belajar secara tuntas.
F. Kelemahan
dan Kelebihan
Sejatinya
metode tutorial adalah metode pembelajaran dengan mana guru memberikan bimbingan
belajar kepada siswa secara individual. Oleh sebab itu metode ini sangat cocok
diterapkan dalam model pembelajaran mandiri seperti pada pembelajaran jarak
jauh dengan mana siswa terlebih dahulu diberi modul untuk dipelajari.
Keunggulam
Metode Tutorial.
1. Siswa
memperoleh pelayanan pembelajaran secara individual sehingga permasalahan
spesifik yang dihadapinya dapat dilayani secara spesifik pula.
2. Seorang
siswa dapat belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan lemampuannya tanpa
harus dipengaruhi oleh kecepatan bel;ajar siswa yang lain atau lebih dikenal
dengan istilah “Slef Paced Learning”.
Kelemahan
Metode Tutorial.
Sulit dilaksanakan pembelajaran klasikal karena guru harus melayani siswa dalam jumlah yang banyak.
1. Jika tetap
dilaksanakan, diperlukan teknik mengajar dalam tim atau “team teaching”
dengan pembagian tugas di antara anggota tim.
2. Apabila
tutorial ini dilaksanakan, untuk melayani siswa dalam jumlah yang banyak,
diperlukan kesabaran dan keluasan pemahamann guru tentang materi.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Pengajaran
Berbantuan Komputer atau disingkat dengan CAI (Computer Aided Instruction)
adalah suatu sistem pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan peralatan
komputer sebagai alat bantunya bersama–sama dengan knowledge base (dasar
pengetahuan)-nya.
Tutorial
atau tutoring adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat
akademik oleh tutor kepada mahasiswa (tutee) untuk membantu
kelancaran proses belajar mandiri mahasiswa secara perorangan atau kelompok
berkaitan dengan materi ajar.
Tutorial
terprogram merupakan seperangkat tayangan baik statis maupun dinamis yang
terlebih dahulu diprogramkan. Secara berturut, seperangkat kecil informasi
ditayangkan yang diikuti dengan pertanyaan.
Interaksi tutorial sebaiknya
berlangsung pada tingkat metakognitif, yaitu tingkatan berpikir yang menekankan
pada pembentukan keterampilan “learning how to learn” atau “think
how to think” (mengapa demikian, bagaimana hal itu bisa terjadi, dsb). Tutorial
harus memiliki langkah proses belajar yang dijalani oleh tutee.
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah, Masykuri, "Potret Masyarakat Madani di Indonesia",
dalam Seminar Nasional
tentang "Menatap Masa Depan Politik Islam di Indonesia", Jakarta:
International Institute of Islamic Thought, Lembaga Studi Agama dan
Filsafat UIN Jakarta,
10 Juni 2003
Ali Daud, Muhammad, Asas-Asas Hukum Islam, Jakarta: Rajawali, 1991, Cet .
ke-2
Antonio, Muhammad Syafi'I, Bank Syari'ah: Dari Teori ke Praktek, Jakarta:
Gema
Insani Press, 2001
Anwar, M. Syafi'i, Pemikiran dan Aksi Islam Indonesia: Sebuah Kajian
Politik tentang
Cendekiawan Muslim Orde Baru, Jakarta: Paramadina, 1995
Azra, Azyumardi, Islam reformis: Dinamika Intelektual dan Gerakan, Jakarta:
Raja
Grafindo Persada, 1999

Best casino games with real money and free spins - DrMCD
BalasHapusPlay the best casino games with real money and 용인 출장샵 free 경산 출장샵 spins ✓ All you need to know ✓ Enjoy 김천 출장안마 online 춘천 출장안마 casino games for fun. 김포 출장샵